26 Feb 2016 09:08

Palembang Kota Pertama Pengguna Kantong Plastik Berbahan Organik

Kota Palembang menjadi kota pertama yang menjadi percontohan penggunaan kantong plastik berbayar yang berbahan organik. Bertepatan dengan launching kantong plastik berbayar di Halaman Lippo Plazza Jakabaring Minggu (21/2)

Palembang juga melauching kantong plastik berbahan organik dari bahan ubi karet.

 

Kelebihan dari kantong plastik berbahan organik tersebut dapat diurai hanya dalam waktu singkat hanya 3 bulan, bahkan jika dibuang disungai bisa dimakan oleh ikan.

 

Launching kantong plastik berbayar ini sendiri juga bertepatan dengan Hari peduli sampah nasional yang dicanangkan pemerintah pusat, dihadiri langsung oleh Walikota Palembang, Jajaran FKPD, Sekda, jajaran SKPD, serta perwakilan BUMD dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kota Palembang.

 

Walikota Palembang, H. Harnojoyo mengungkapkan, melalui hari peduli sampah nasional yang juga bertepatan dengan launching kantong plastik berbayar ini dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk benar-benar paduli terhadap lingkungan, "Pemkot Palembang sendiri sudah lama mencanangkan program peduli sampah ini, dalam kesempatan ini kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk memerangi sampah, jika Pemerintah Pusat menargetkan 2020 bebas sampah, Palembang menargetkan bebas sampah pada 2016" Ungkap Harnojoyo.

 

Terkait dengan kantong plastik berbayar berbahan organik yang telah di launching, Harnojoyo mengungkapkan, hal ini merupakan terobosan yang luar biasa dalam upaya mengurangi sampah, "ini luar biasa, kita telah menemukan inovasi baru, selain menerapkan kantong plastik berbayar, kantong yang kita gunakan juga bebahan organik dari ubi karet, sehingga mudah diuraikan dengan waktu singkat. Ini bisa menjadi percontohan, nantinya akan kita distribusikan" Ujar Harnojoyo.

 

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang, M. Tabrani menjelaskan, Plastik berbayar berbahankan organik ini akan disebarkan ke seluruh retail di Kota Palembang, melalui PT Palembang Trade Logistic (Patralog), selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot, dengan menyebarkan 10.000 plastik organik pada tahap awal.

 

Meski dikelola pihak Pemkot sendiri, bukan berarti, Pemkot memonopoli. Pemkot Palembang yang ditunjuk KLH, untuk melaksanakan program tersebut. "Pemkot hanya memulai. Nanti pihak-pihak lain juga bisa mendistribusikan plastik organik ini di Palembang," ucapnya.

 

Walikota Palembang sudah mewacanakan untuk melakukan pembinaan terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM), dalam memproduksi kantong plastik organik berbahan ubi karet (ubi racun). kelebihan dari kantong plastik organik ini, dalam waktu 3-6 bulan, kantong tersebut mudah hancur, baik di tanah dan air.